Beda Ikan Patin dan Ikan Dori

Ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) berwarna abu-abu gelap berenang di akuarium, tampak sirip punggung runcing dan ekor bercagak
Foto: Vassil / Wikimedia Commons, CC0

Fillet "dori" yang dijual beku di supermarket Indonesia hampir selalu daging ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus), ikan lele-lelean air tawar. "Dori" di sini hanya nama dagang. Ikan dori asli, John Dory (Zeus faber), adalah ikan laut bertubuh pipih dengan bintik hitam di sisi badan, dan hampir tidak pernah dijual sebagai fillet murah.

Kebingungan nama seperti ini bukan hal baru di pasar ikan kita. Sama halnya dengan tongkol, cakalang, dan tuna yang sering tertukar, satu nama bisa menempel pada ikan yang sebenarnya lain sama sekali. Bedanya, pada kasus dori, nama itu tercetak di kemasan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri pernah menyebut praktik ini sebagai salah label, seperti dilaporkan Kompas pada 2020 lewat kampanye Gemarikan. Jadi kalau kamu selama ini makan fish and chips "dori", yang kamu makan kemungkinan besar patin.

Ringkasnya, Apa Beda Patin dan Dori?

Ada dua "dori" yang perlu dipisahkan. Yang pertama adalah dori dagang: fillet patin beku, putih, tanpa kulit, yang banyak diimpor dari Vietnam. Yang kedua adalah dori asli: John Dory, ikan laut dari keluarga Zeidae yang hidup di perairan beriklim sedang.

Patin yang dipakai untuk fillet adalah patin siam, ikan asli Sungai Mekong dan Chao Phraya. Menurut ringkasan risiko ekologis dari US Fish and Wildlife Service, ikan ini masuk ke Indonesia pada 1972. Sejak itu ia menjadi ikan budidaya kolam yang umum di Sumatra dan Kalimantan, sama seperti nila dan mujair yang juga ikan pendatang.

Bukti ilmiahnya juga ada. Widowati dan rekan (2020) menguji 47 produk fillet ikan dari pasar modern dan tradisional di Jabodetabek dengan DNA barcoding. Hasilnya, sebagian label tidak cocok dengan isinya, dan fillet berlabel dory teridentifikasi sebagai Pangasianodon hypophthalmus, yaitu patin siam.

Tabel Perbandingan Patin dan John Dory

Aspek Patin ("dori" di pasar) John Dory (dori asli)
Nama ilmiahPangasianodon hypophthalmus (juga Pangasius bocourti/basa)Zeus faber
Habitatair tawar, sungai dan kolam budidayalaut, dekat dasar, kedalaman 5–400 m
Kelompokikan berkumis (catfish), kerabat jauh lelekeluarga Zeidae, ordo Zeiformes
Kulitlicin, tidak bersisiksisik sangat kecil, ada duri tulang di sepanjang sirip
Bentuk badanmemanjang seperti hiu keciltinggi dan sangat pipih, seperti piring
Penanda khaskumis di sekitar mulutbintik hitam bercincin terang di tiap sisi badan
Asal pasokanbudidaya, Vietnam dan Indonesiatangkapan laut, terutama Atlantik timur, Mediterania, Australia, Selandia Baru
Bentuk jual di Indonesiafillet beku, sangat umumjarang ditemui

Ciri Fisik: Dua Ikan yang Tidak Mirip Sama Sekali

Ikan John Dory (Zeus faber) berbadan pipih keemasan dengan bintik hitam bercincin di sisi badan dan duri sirip punggung panjang, berenang di atas dasar laut berbatu
Foto: Olivier Dugornay (Ifremer) / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Kalau keduanya disandingkan utuh, tidak ada yang akan tertukar. Patin berbadan panjang, kepalanya agak pipih, berkumis, dan kulitnya licin tanpa sisik. Di akuarium, versi mudanya dijual sebagai "hiu" karena sirip punggungnya yang runcing.

John Dory justru kebalikannya. Menurut FishBase, badannya sangat pipih dari samping, punya 9–11 duri sirip punggung yang memanjang seperti benang, dan satu bintik hitam besar bercincin terang di tengah tiap sisi badan. Panjangnya umumnya sekitar 40 cm, maksimal 90 cm. Ia hidup menyendiri dekat dasar laut dan memangsa ikan-ikan kecil yang bergerombol.

Masalahnya, pembeli di Indonesia hampir tidak pernah melihat ikan utuhnya. Yang dijual sudah berupa lembaran putih tanpa kepala, kulit, dan sirip. Pada titik itu, nama di kemasan jadi satu-satunya petunjuk.

Rasa, Tekstur, dan Pemakaiannya di Dapur

Fillet patin dagingnya putih, lembut, dan rasanya netral. Karena tidak berduri halus, ia disukai untuk anak-anak, gorengan tepung, dan fish and chips. Kekurangannya, teksturnya bisa lembek bila fillet beku terlalu banyak menyerap air.

John Dory dikenal di dapur Eropa dan Australia sebagai ikan laut berdaging padat dengan rasa manis ringan. Ikan ini hasil tangkapan laut, bukan budidaya, dan di pasar internasional harganya jauh di atas patin. Karena itu, fillet "dori" yang murah dan selalu tersedia di rak beku hampir mustahil berisi John Dory.

Sebagai catatan, patin bukan ikan yang buruk. Indonesia sendiri membudidayakannya dalam jumlah besar dan sejak 2018 memasarkan fillet lokal dengan merek Indonesian Pangasius. Kalau kamu mencari alternatif lokal yang dagingnya tebal, bandeng presto juga bisa jadi pilihan untuk menu harian.

Cara Membaca Label dan Membedakannya di Lapangan

Karena ikan utuhnya tidak terlihat, kebiasaan membaca kemasan jadi kuncinya. Beberapa hal yang bisa kamu periksa:

  • Nama ilmiah. Kemasan yang jujur biasanya mencantumkan Pangasius, Pangasianodon hypophthalmus, atau nama dagang internasional seperti basa, tra, atau swai. Semuanya patin.
  • Negara asal dan importir. Tulisan "Product of Vietnam" ditambah nama importir menunjukkan fillet impor. Produk lokal mencantumkan produsen dalam negeri.
  • Daftar bahan. Kalau tertulis natrium tripolifosfat (STPP), itu bahan penahan air. Penggunaannya diatur batasnya, dan pada 2017 sempat menjadi sorotan karena kadarnya di sebagian produk impor dilaporkan melebihi standar, seperti diberitakan Mongabay Indonesia.
  • Berat bersih. Fillet beku sering dilapisi es tipis (glazing). Bandingkan berat bersih dengan harganya agar tahu harga daging yang sebenarnya.
  • Warna daging. KKP menyebut fillet patin lokal bisa berwarna krem, kekuningan, sampai kemerahan, sementara fillet impor umumnya tampak sangat putih. Tapi warna saja tidak cukup untuk memastikan asal.

Singkatnya, kalau fillet itu berwarna putih, tanpa kulit, tanpa duri, murah, dan berlabel dori, anggap saja itu patin. Tidak ada yang berbahaya dari hal itu. Yang penting, kamu tahu apa yang kamu bayar.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah ikan dori sama dengan ikan patin?
Fillet dori yang dijual di Indonesia umumnya adalah patin (Pangasianodon hypophthalmus). Dori asli adalah John Dory (Zeus faber), ikan laut yang berbeda sama sekali.

Kenapa patin dijual dengan nama dori?
Dori dipakai sebagai nama dagang fillet patin beku, terutama dari Vietnam. KKP menyebut praktik ini sebagai salah label.

Apakah ikan dori ikan laut atau ikan air tawar?
John Dory adalah ikan laut. Fillet dori di pasar berasal dari patin, yaitu ikan air tawar hasil budidaya.

Apakah fillet dori aman dimakan?
Patin aman dikonsumsi seperti ikan budidaya lain. Pilih produk berizin edar, cek daftar bahan dan tanggal kedaluwarsa, lalu masak sampai matang.

Bagaimana cara tahu fillet itu patin impor atau lokal?
Baca negara asal dan nama produsen atau importir di kemasan. Nama ilmiah Pangasius atau sebutan basa, tra, dan swai menandakan isinya patin.

Penutup

"Dori" di kemasan fillet beku hampir selalu berarti patin, ikan air tawar yang dibudidayakan di Asia Tenggara. John Dory yang asli adalah ikan laut pipih bertanda bintik hitam dan jarang sekali sampai ke rak supermarket kita. Keduanya sama-sama bisa dimakan. Hanya saja, sebagai pembeli, kamu berhak tahu mana yang sebenarnya ada di dalam plastik itu. Jadi biasakan membaca labelnya dulu sebelum membeli.

Link will be apear in 3 seconds.

Allell Menulis panduan praktis di Sumber Tips (TV satelit, receiver parabola, set top box), Kepo Indonesia, dan Mataikan. Artikel ditulis dari pengalaman memakai perangkatnya langsung, dengan ketentuan yang dicek ke sumber resmi. Tentang saya: https://www.sumbertips.com/p/about.html

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel