Tentang Penulis dan Kebijakan Redaksi
Halaman ini menjelaskan siapa yang menulis Mataikan dan aturan kerja yang kami pakai setiap kali menyusun atau memperbarui artikel. Gambaran umum tentang blog ini ada di halaman Tentang Mataikan; di sini kami masuk ke rinciannya.
Tentang Penulis
Mataikan ditulis dengan nama pena Allell, nama yang sama dengan byline di setiap artikel. Blog ini mulai menulis pada Juli 2020, dan sejak itu terus mengumpulkan tulisan tentang ikan yang hidup di perairan Indonesia maupun yang mengisi akuarium di rumah orang.
Sebagian tulisan berangkat dari pengalaman memelihara ikan hias sendiri di akuarium rumah: memilih ikan yang sehat, menjaga kualitas air, dan kesalahan-kesalahan pemula adalah hal yang dialami langsung, bukan hanya dibaca. Topik di luar pengalaman itu, seperti jenis ikan laut, kuliner daerah, dan kebijakan perikanan, disusun dari riset ke sumber tepercaya dan dari bertanya kepada orang yang sehari-hari bekerja dengan ikan: peternak, penjual, dan pemancing.
Sumber Riset
Kami menyusun artikel dari sumber yang bisa ditelusuri ulang oleh pembaca:
- Jurnal perikanan dan biologi perairan untuk fakta tentang spesies: sebaran, ukuran, perilaku, dan status populasi.
- Publikasi BRIN dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk data perikanan Indonesia dan hasil penelitian lembaga resmi.
- Sumber resmi lain, seperti basis data peraturan pemerintah dan daftar spesies dari lembaga konservasi.
Klaim kesehatan kami tulis dengan hati-hati. Kalau sebuah artikel menyinggung manfaat ikan bagi kesehatan manusia atau cara mengobati ikan yang sakit, kami hanya menulis yang didukung sumber, menyebut batasannya, dan tidak menyajikannya sebagai pengganti saran dokter atau dokter hewan.
Cara Kami Menulis Soal Aturan
Banyak pembaca datang untuk bertanya apakah suatu ikan boleh dipelihara, dijual, atau diekspor. Karena jawabannya bisa berubah, kami menerapkan dua aturan:
- Setiap fakta aturan disertai nomor peraturannya — Peraturan Menteri atau Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, maupun Undang-Undang Perikanan — ditambah tanggal kami terakhir memeriksanya. Dengan begitu pembaca tahu dasar hukumnya dan seberapa baru informasinya.
- Artikel lama kami perbarui ketika statusnya berubah. Contohnya, ikan bala bala kini berstatus dilindungi penuh, dan peacock bass sudah masuk daftar ikan hias yang dilarang dipelihara di Indonesia. Kedua artikel itu sudah kami sesuaikan.
Meski begitu, peraturan bisa berubah sebelum kami sempat memperbarui artikel. Untuk keputusan yang berisiko hukum, cek juga ke dinas kelautan dan perikanan setempat atau balai karantina.
Kebijakan Gambar
- Sumber dan lisensi. Gambar pada artikel baru berasal dari Wikimedia Commons dengan lisensi CC0, domain publik, CC BY, atau CC BY-SA. Nama pembuat dan lisensinya kami cantumkan sebagai atribusi.
- Spesiesnya diperiksa. Setiap foto kami periksa secara visual supaya ikan yang tampak memang spesies yang dibahas, bukan kerabat yang mirip.
- Jujur soal pengganti. Kalau foto spesies yang dibahas tidak tersedia, keterangan gambar menyebut jenis ikan yang sebenarnya ada di foto itu.
Koreksi dan Pembaruan
Kalau kamu menemukan fakta yang keliru, nama spesies yang salah, foto yang tidak cocok, atau aturan yang sudah tidak berlaku, laporkan lewat halaman Kontak. Sertakan tautan artikelnya dan bagian mana yang perlu diperbaiki. Laporan yang beralasan kami periksa ke sumbernya, lalu artikelnya kami perbaiki.