Peacock Bass: Jenis Cichla, Ukuran, dan Status Terlarangnya
Peacock bass adalah ikan predator air tawar murni bergenus Cichla dari Amazon dan Orinoco, Amerika Selatan, dengan 16 spesies. Ukurannya mulai sekitar 45 cm hingga sekitar 1 meter pada Cichla temensis. Satu ekor dewasa butuh akuarium minimal 2 meter, filter kuat, tutup rapat, suhu 24–30°C, dan pH 6,0–7,5. Tiga jenis yang dibahas di sini termasuk daftar larangan Indonesia, jadi periksa dulu jenisnya sebelum membeli.
Catatan status hukum: tiga jenis yang dibahas di artikel ini, yaitu Cichla ocellaris, C. piquiti, dan C. melaniae, tercantum sebagai jenis ikan yang dilarang dimasukkan, dibudidayakan, dan diedarkan di Indonesia menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 19/PERMEN-KP/2020 (nomor 28–30 dalam lampirannya). Pastikan jenisnya sebelum membeli. Daftar lengkap dan sanksinya ada di artikel ikan hias yang dilarang dipelihara di Indonesia dan sanksinya, termasuk ikan raksasa arapaima yang juga masuk daftar larangan.
Tapi peacock bass juga ikan yang paling sering disesali pembelinya. Ia tumbuh jauh lebih besar dari dugaan kebanyakan orang, dan akuarium yang dibutuhkannya bukan ukuran biasa. Di antara jenis ikan hias yang populer dipelihara di rumah, ini termasuk yang paling menuntut ruang.
Artikel ini membahas asal-usulnya, ukuran sebenarnya, kebutuhan akuarium, dan daftar lengkap 16 spesies Cichla beserta habitat aslinya masing-masing.
Mengenal Peacock Bass
Peacock bass adalah nama umum untuk ikan bergenus Cichla, keluarga cichlid. Di kalangan penghobi Indonesia ia sering disingkat pibas. Namanya diambil dari bintik hitam berlingkar di pangkal ekornya yang menyerupai mata pada bulu merak.
Satu hal yang perlu diluruskan lebih dulu, karena banyak beredar keliru: peacock bass adalah ikan air tawar murni. Habitat aslinya sungai dan danau di cekungan Amazon dan Orinoco, Amerika Selatan — bukan muara, bukan hutan bakau, dan bukan tepi pantai. Ia tidak hidup di air payau.
Ukuran dan Sifatnya
- Ukuran: sangat bergantung spesies. Yang paling kecil sekitar 45 cm, sementara Cichla temensis bisa mencapai sekitar 1 meter dengan berat belasan kilogram di alam liar.
- Sifat: predator teritorial dan agresif, terutama saat makan.
- Umur: bisa lebih dari 10 tahun dengan perawatan baik.
Agresivitasnya bukan sifat yang bisa dijinakkan. Ikan apa pun yang muat di mulutnya akan dimakan, dan ikan seukuran pun kerap diserang kalau ruangnya sempit.
Akuarium yang Dibutuhkan
Ini bagian yang paling menentukan, dan paling sering diremehkan.
- Panjang akuarium minimal 2 meter dengan lebar sekitar setengah meter untuk satu ekor dewasa. Kolam permanen lebih cocok kalau kamu berniat memeliharanya sampai besar.
- Filter kuat dan bervolume besar. Peacock bass makan banyak dan kotorannya sebanding.
- Tutup yang rapat. Ikan ini melompat, terutama saat kaget atau mengejar mangsa.
- Suhu: 24–30°C. pH: 6,0–7,5.
- Dekorasi seperlunya. Ruang berenang jauh lebih penting daripada hiasan.
Anakan peacock bass yang dijual di toko biasanya baru sepuluh sentimeter, dan itu yang menipu. Dalam setahun ukurannya bisa berlipat beberapa kali.
Pakan
Di alam ia memangsa ikan kecil, udang, dan serangga. Di akuarium, pakan hidup seperti ikan kecil, jangkrik, dan cacing darah paling disukai karena kandungan proteinnya tinggi.
Peacock bass juga bisa dilatih menerima pelet, dan itu lebih praktis untuk jangka panjang sekaligus lebih aman — ikan pakan hidup berisiko membawa penyakit ke akuarium.
16 Jenis Peacock Bass
Genus Cichla memuat 16 spesies yang sudah dideskripsikan. Sebagian besar hanya ditemukan di sungai tertentu saja, dan itulah yang membuat sebagian jenis jauh lebih mahal dari yang lain.
1. Cichla monoculus
Jenis yang paling banyak beredar di pasaran dan paling terjangkau harganya. Ukuran maksimalnya sekitar 45 cm dengan berat sampai 5 kg. Ciri khasnya tanda hitam di dahi. Habitat aslinya tersebar di sepanjang Sungai Amazon.


2. Cichla ocellaris
Endemik di kawasan drainase Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis di Amerika Selatan. Di banyak tulisan namanya sering keliru ditulis oscelaris.


3. Cichla orinocensis
Berasal dari hilir Sungai Orinoco dan Rio Negro. Ukuran dewasanya sampai sekitar 50 cm dengan berat hingga 6 kg. Sekilas mirip ocellaris, pembedanya: pada orinocensis tidak ada tanda yang memanjang ke arah pipi.


4. Cichla temensis
Yang terbesar, terkuat, dan paling agresif di antara seluruh jenis Cichla. Di alam liar bisa mencapai sekitar 1 meter dengan berat sekitar 14 kg. Badannya paling memanjang — lebarnya hanya sekitar 25 persen dari panjang badan.
Ditemukan di Sungai Orinoco dan hampir seluruh kawasan sungai berair hitam di Amazon — sungai berarus lambat yang mengalir melewati rawa hutan.



5. Cichla kelberi


6. Cichla piquiti (Azul)
Dikenal dengan sebutan Azul. Hanya terdapat di Sungai Tocantins dan Sungai Araguaia beserta anak-anak sungainya.


7. Cichla intermedia (Royal)
Tumbuh sampai sekitar 45 cm. Cirinya sampai delapan garis hitam di sepanjang tubuh, dengan tanda gelap memanjang di bagian tengah badan. Hanya ada di Sungai Orinoco, tepatnya Rio Negro dan anak sungainya.

8. Cichla melaniae (Xingu)
Endemik di hulu Sungai Xingu, dari kawasan air terjun dekat Belo Monte sampai anak sungai di hulu Sungai Frisco.

9. Cichla jariina

10. Cichla pinima
Umumnya dijumpai di hilir Sungai Amazon, paling sering di anak sungai berair jernih seperti Tapajós, Xingu, Tocantins, Trombetas, Curuá-Una, dan Araguarí.

11. Cichla pleiozona
Hanya ditemukan di bagian hulu Sungai Madeira, pada anak sungai berair deras dekat Porto Velho, Brasil.

12. Cichla mirianae (Tapajos)
Endemik di Sungai Tapajos dan Sungai Xingu beserta anak-anak sungainya.
13. Cichla nigromaculata

14. Cichla thyrorus

15. Cichla vazzoleri
Habitat aslinya tersebar di Sungai Trombetas dan Sungai Uatuma.

16. Cichla cataractae
Spesies yang paling belakangan dideskripsikan. Dibedakan dari jenis lain berdasarkan bukti molekuler serta pola pigmentasi yang khas, baik pada ikan dewasa maupun remaja.

Varian Warna Langka
Selain 16 spesies di atas, ada peacock bass dengan kelainan genetik yang membuat warnanya tidak biasa. Keduanya bukan spesies tersendiri.
Albino
Tidak memiliki pigmen gelap sama sekali sehingga tubuhnya putih seluruhnya. Sifat ini diturunkan.

Xanthic
Pigmen gelapnya berkurang sehingga warna kuning dan oranye jadi mendominasi.

Jangan Pernah Melepasnya ke Perairan Umum
Peacock bass adalah predator asing yang sangat efektif. Di beberapa negara ia sudah menetap di perairan liar akibat dilepas pemiliknya, dan menekan populasi ikan asli setempat.
Kalau kamu tidak sanggup lagi memeliharanya, berikan ke penghobi lain atau kembalikan ke penjual. Pelepasan ikan asing ke perairan umum diatur pemerintah, jadi pastikan dulu aturan yang berlaku sebelum melakukan apa pun terhadap ikan yang tidak lagi kamu pelihara.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah peacock bass cocok untuk pemula?
Tidak, kecuali kamu sudah menyiapkan akuarium berukuran besar sejak awal. Kalau baru mulai, ikan guppy jauh lebih masuk akal untuk belajar.
Bisakah digabung dengan ikan lain?
Sangat terbatas. Ikan yang muat di mulutnya pasti dimakan. Kalau tertarik pada cichlid yang lebih mungkin dipelihara di akuarium biasa, ikan convict cichlid jauh lebih realistis.
Jenis apa yang paling terjangkau?
Cichla monoculus. Paling banyak tersedia dan paling murah di kelasnya.
Kenapa peacock bass saya tidak mau makan pelet?
Wajar kalau sebelumnya terbiasa pakan hidup. Peralihannya bertahap: puasakan sehari, lalu tawarkan pelet sebelum pakan hidup. Butuh kesabaran berminggu-minggu.
Apakah peacock bass ikan air payau?
Bukan. Ini ikan air tawar murni dari sungai dan danau di Amerika Selatan. Anggapan bahwa ia hidup di muara atau hutan bakau keliru.
Penutup
Peacock bass ikan yang memuaskan untuk dipelihara, asal kamu jujur pada diri sendiri sejak awal soal ruang yang bisa kamu sediakan. Ikan ini tidak menyusut mengikuti ukuran akuarium — ia hanya tumbuh cacat.
Kalau tempatnya memang sudah tersedia, mulailah dari Cichla monoculus. Paling terjangkau, paling mudah dicari, dan sifatnya mewakili seluruh genus ini.
Link will be apear in 3 seconds.