Ikan Mas: Beda dengan Mas Koki dan Koi, Jenis, dan Olahannya

Seekor ikan mas bersisik besar berwarna oranye kecokelatan berenang di kolam berair dangkal kekuningan, dilihat dari atas
Foto: Rudolphous / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Mataikan.com – Ikan mas yang dijual hidup di pasar untuk dipepes atau diarsik adalah Cyprinus carpio. Koi di kolam hias ternyata spesies yang sama. Mas koki di akuarium justru spesies lain — beda genus, meski namanya mirip.

Kebingungan ini wajar, karena ketiganya sama-sama keluarga karper dan bisa berwarna oranye keemasan. Setelah hubungan ketiganya jelas, kita masuk ke urusan dapur: strain lokal, olahan khas, dan letak durinya.

Ikan Mas, Koi, dan Mas Koki: Siapa Kerabat Siapa

Ikan mas konsumsi dan koi sama-sama Cyprinus carpio. Koi adalah hasil pemuliaan warna dari spesies itu, dan literatur budidaya menuliskannya Cyprinus carpio var. koi — seperti dalam tinjauan budidaya koi di jurnal Veterinary World (2024). Jadi koi adalah ikan mas yang dipilih karena coraknya, bukan dagingnya.

Mas koki lain cerita. Nama ilmiahnya Carassius auratus, dan menurut FishBase habitat aslinya Asia Timur, yaitu Tiongkok dan Jepang, dengan panjang umum hanya sekitar 10 cm. Ikan mas berasal dari cekungan Laut Hitam, Laut Kaspia, dan Laut Aral, dengan panjang umum sekitar 31 cm dan rekor 129 cm serta bobot 40,1 kg, menurut catatan FishBase untuk ikan mas.

CiriIkan mas dan koiMas koki
Nama ilmiahCyprinus carpioCarassius auratus
Sungut di mulut2 pasangtidak ada
Asal liarcekungan Laut Hitam, Kaspia, AralAsia Timur (Tiongkok, Jepang)
Panjang umumsekitar 31 cmsekitar 10 cm
Dipelihara untukkonsumsi (ikan mas), hias (koi)hias

Penanda Paling Mudah: Sungut di Mulut

Kalau ragu, lihat sudut mulutnya. Ikan mas punya dua pasang sungut pendek, dan FishBase memakainya sebagai salah satu ciri pembeda spesies ini. Mas koki, menurut catatan FishBase untuk spesies itu, tidak punya sungut sama sekali.

Penanda ini berlaku juga untuk koi, karena koi adalah ikan mas. Jadi koi oranye polos dan mas koki yang sekilas mirip dibedakan dari mulutnya, bukan warnanya.

Keduanya bahkan bisa kawin silang. FishBase mencatat mas koki mudah berhibrida dengan ikan mas, dan anakannya punya ciri di antara keduanya. Perawatannya pun berbeda jauh — kalau yang kamu pelihara mas koki, panduannya ada di cara merawat ikan mas koki untuk pemula, sedangkan untuk koi di cara merawat ikan koi di akuarium agar tidak mati.

Strain Ikan Mas Lokal Indonesia

Ikan mas di Indonesia punya galur atau strain yang dinamai menurut daerah atau orang yang mengembangkannya. Balai Penelitian Perikanan Air Tawar di Bogor pernah mengoleksi 20 galur ikan mas dari Jawa, Sumatera, dan Bali untuk perbaikan mutu genetik, menurut penelitian Didik Ariyanto dan Imron di Jurnal Perikanan UGM (2008). Beberapa di antaranya:

  • Majalaya — dikembangkan petani di Majalaya, Kabupaten Bandung, dan sudah luas dipakai masyarakat.
  • Wildan — banyak dikembangkan petani di Cianjur.
  • Rajadanu dan Sutisna — dinilai berpotensi dikembangkan. Analisis genetiknya menunjukkan Rajadanu, Sutisna, dan Wildan kemungkinan berasal dari satu galur.

Nama lain yang juga dikenal adalah Sinyonya, yang pernah disilangkan dengan Majalaya dalam percobaan pendederan di IPB. Nama galur jarang tertulis di lapak, tapi kalau kamu membeli benih untuk kolam, tanyakan galurnya: pertumbuhan dan daya tahannya berbeda.

Wabah KHV dan Lahirnya Ikan Mas Mustika

Ikan mas di Indonesia pernah dihantam penyakit besar. Menurut Sistem Informasi Kesehatan Ikan Kabupaten Bekasi, koi herpes virus (KHV) pertama kali menyerang ikan mas dan koi di Blitar pada Maret 2002, lalu menyebar ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali, dan sampai ke Sumatera pada Februari 2003. Kematian yang ditimbulkannya mencapai 80–100 persen dalam waktu singkat.

Namanya memang "koi", tapi virus ini sama ganasnya pada ikan mas konsumsi — wajar, karena keduanya satu spesies. Salah satu jawabannya adalah ikan mas Mustika, strain hasil seleksi Rajadanu agar lebih tahan KHV. Menurut Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Mustika dilepas lewat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 24/KEPMEN-KP/2016, dengan pertumbuhan bobot 3,01–3,62 persen per hari dan produktivitas pembesaran 5–67 persen lebih tinggi daripada Majalaya.

Arsik: Ikan Mas dalam Adat Batak

Sepotong ikan mas berbumbu kuning kemerahan di atas piring putih, ditemani kacang panjang utuh dan irisan tipis bumbu di atasnya
Foto: Gunawan Kartapranata / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Di Sumatera Utara, ikan mas bukan sekadar lauk. Arsik — dalam bahasa Batak dekke na niarsik, artinya ikan yang dimasak kering — disajikan dalam upacara daur hidup Batak Toba seperti pernikahan dan kelahiran, menurut liputan Liputan6 tentang makna ikan mas arsik. Rempah utamanya andaliman.

Menurut sumber yang sama, aturannya ketat. Ikan disajikan utuh dari kepala sampai ekor, sisiknya tidak dibuang, jumlahnya ganjil, dan untuk pasangan yang baru menikah yang diberikan adalah ikan betina yang bertelur. Memotong ikan arsik dianggap sama dengan mengharapkan penerimanya tidak punya keturunan.

Ikan mas di sini sebenarnya pengganti: ikan yang dulu dipakai mulai langka, dan ikan mas lebih ekonomis serta mudah dibudidayakan.

Pepes dan Olahan Lain

Bungkus daun pisang yang sudah gosong dibuka di atas meja kayu, memperlihatkan ikan mas berbumbu kuning dengan irisan tomat dan bawang
Foto: Gunawan Kartapranata / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Di tanah Sunda, ikan mas paling akrab dengan pepes, atau pais lauk mas. Ikan dibungkus daun pisang bersama bumbu kuning, tomat, dan daun salam, lalu dikukus atau dibakar. Karena matang di dalam bungkus, dagingnya menyerap bumbu tanpa jadi kering.

Selain pepes, ikan mas biasa digoreng kering, dibakar, dibuat pindang, atau dimasak presto supaya durinya lunak dan ikut termakan.

Soal Duri: Di Mana Letaknya

Ikan mas punya duri halus yang terselip di antara daging, disebut duri intermuskular. Menurut tinjauan di jurnal Zoological Research (2021), jumlahnya pada ikan mas sekitar 93–101 batang per ekor, dan sebarannya dikaitkan dengan daging punggung dan bagian ekor. Nila tidak punya duri jenis ini — penelitian di jurnal Biology (2021) justru memakai nila sebagai contoh ikan tanpa duri intermuskular.

Praktisnya: daging punggung dan ekor ikan mas perlu dimakan pelan-pelan, atau dipresto supaya durinya lunak. Daging perut pun tetap punya tulang rusuk.

Kalau duri jadi masalah di rumah, nila bisa jadi pengganti — cara membedakannya dari mujair ada di beda ikan nila dan mujair.

Cara Memilih Ikan Mas Segar

  • Kalau dijual hidup, pilih yang gesit, bukan yang megap-megap di permukaan.
  • Mata bening dan menonjol, bukan cekung keruh.
  • Insang merah segar. Insang cokelat pucat tanda ikan sudah lama mati.
  • Sisik utuh, menempel kuat, dan mengilap.
  • Daging kembali saat ditekan, tidak meninggalkan cekungan.

Bau lumpur lebih ditentukan air tempat ikan dibesarkan daripada jenisnya. Bau tanah itu berasal dari geosmin dan 2-metilisoborneol, senyawa yang dihasilkan bakteri di air, dan menurut penelitian di Journal of Food Science and Technology (2019) cara yang terbukti efektif menghilangkannya adalah menampung ikan di air bersih selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Di dapur, jeruk nipis dan bumbu hanya membantu menyamarkannya.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah ikan mas sama dengan ikan koi?
Ya, satu spesies: Cyprinus carpio. Koi adalah hasil pemuliaan warna untuk ikan hias, sedangkan ikan mas konsumsi dipilih karena pertumbuhan dan dagingnya.

Apakah mas koki anak ikan mas?
Bukan. Mas koki spesies lain, Carassius auratus, dari genus berbeda, dan tidak punya sungut di mulut.

Ikan mas Majalaya itu apa?
Galur ikan mas yang dikembangkan petani di Majalaya, Kabupaten Bandung.

Kenapa ikan mas untuk arsik harus utuh?
Dalam adat Batak Toba, ikan utuh dari kepala sampai ekor melambangkan kehidupan yang utuh. Memotongnya dianggap membawa harapan buruk bagi penerimanya.

Link will be apear in 3 seconds.

Allell Menulis panduan praktis di Sumber Tips (TV satelit, receiver parabola, set top box), Kepo Indonesia, dan Mataikan. Artikel ditulis dari pengalaman memakai perangkatnya langsung, dengan ketentuan yang dicek ke sumber resmi. Tentang saya: https://www.sumbertips.com/p/about.html

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel