Cara Merawat Ikan Molly untuk Pemula dan Anakannya
| Foto: Dnoerholm / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0 |
Mataikan.com – Merawat ikan molly untuk pemula intinya tiga hal: akuarium yang cukup panjang, air yang cenderung sadah dan tidak asam, serta pakan yang banyak unsur nabatinya. Molly — sering juga ditulis moli — termasuk ikan hias yang pemaaf. Yang biasanya bikin pemula kewalahan justru bukan ikannya, melainkan anaknya.
Molly adalah ikan beranak. Ia tidak bertelur, dan sekali melahirkan bisa puluhan anak.
Molly Itu Ikan Apa?
Molly adalah sebutan untuk beberapa spesies marga Poecilia dari benua Amerika, kerabat dekat guppy. Tiga yang paling banyak beredar di toko ikan hias:
| Spesies | Asal | Panjang maksimum | Suhu |
| Poecilia sphenops (molly biasa) | Meksiko sampai Kolombia | 7,5 cm tanpa sirip ekor | 18–28°C |
| Poecilia latipinna (sailfin) | Carolina Utara, AS, sampai Veracruz, Meksiko | 15 cm (jantan) | 20–28°C |
| Poecilia velifera (sailfin Yucatán) | Yucatán, Meksiko | 15 cm | 25–28°C |
Angka di tabel diambil dari FishBase untuk P. sphenops, P. latipinna, dan P. velifera. Ketiganya tercatat hidup di air tawar sampai payau, dan molly sirip layar bahkan ditemukan di perairan pesisir.
Jenis Molly yang Paling Sering Dijual
| Foto: Corpse89 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0 |
Di toko, molly dijual dengan nama warna dan bentuk, bukan nama spesies. Empat yang paling mudah ditemukan:
- Black molly — hitam legam dari moncong sampai ekor. Menurut FishBase, varietas hitam ini berasal dari P. sphenops dan dipasarkan di seluruh dunia.
- Molly balon — badannya pendek, perutnya membulat, dan punggungnya melengkung. Bentuk ini hasil pembiakan selektif, bukan spesies tersendiri.
- Molly dalmatian — putih dengan totol hitam, mirip corak anjing dalmatian.
- Sailfin — jantannya punya sirip punggung lebar yang menjulang seperti layar.
Perawatan semua varietas sama. Bedanya di ukuran: sailfin tumbuh jauh lebih besar, jadi butuh ruang lebih.
Akuarium: Mulai dari 60 Sentimeter
| Foto: Bernat Arlandis / Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0 |
FishBase menyarankan akuarium minimal 60 cm untuk molly, dan angka itu masuk akal: molly aktif berenang, dan jumlahnya cepat bertambah begitu mulai beranak.
Yang perlu disiapkan:
- Filter yang sesuai volume akuarium. Molly makan banyak, kotorannya juga banyak.
- Tanaman air yang cukup rapat, hidup atau tiruan: tempat sembunyi anakan sekaligus lahan alga untuk dipatuki.
- Tutup akuarium. Molly yang kaget bisa melompat keluar.
- Pemanas hanya perlu kalau suhu ruanganmu sering di bawah kisaran di tabel.
Air: Sadah, Bukan Asam
Molly menyukai air yang cenderung basa dan sadah: FishBase mencatat pH 7,5–8,2 dengan kesadahan 11–30 dH untuk P. sphenops. Air yang sangat lunak dan asam justru kurang cocok.
Kalau kamu juga memelihara cupang, jangan samakan airnya. Daun ketapang, yang lazim dipakai pemelihara ikan cupang untuk membuat air agak asam, bisa berbahaya kalau dipakai pekat. Dalam uji 29 hari oleh peneliti Universitas Pertahanan RI, seluruh molly di air rendaman ketapang pekat mati (pH airnya tercatat 5,9), sementara molly di campuran setengah ketapang dan di air tawar biasa bertahan semuanya.
Soal garam: molly memang tahan air payau, tetapi habitat alaminya juga mencakup air tawar biasa. Garam bukan syarat; air tawar yang sadah sudah cukup.
Pakan: Jangan Lupa Unsur Nabati
Di alam, molly sirip layar terutama memakan alga, ditambah hewan kecil seperti krustasea renik dan serangga air. Di akuarium, molly biasa mudah menerima pakan kering, menurut FishBase.
Jadi pelet atau pakan serpih bisa jadi menu utama, asal kamu memilih yang mengandung bahan nabati seperti spirulina, atau menyelinginya dengan sayuran rebus yang dicacah halus. Beri secukupnya: sisa pakan yang membusuk memicu air berkabut putih. Bedanya dengan keruh karena alga kami bahas di kenapa air akuarium keruh padahal sudah pakai filter.
Teman Satu Akuarium
Molly umumnya damai dan cocok dengan ikan seukuran yang menyukai air serupa. Pilihan paling aman adalah sesama ikan beranak seperti platy dan guppy; cara merawat guppy kami tulis di panduan merawat ikan guppy.
Yang sebaiknya dihindari:
- Ikan pemangsa bermulut besar. Anak molly akan jadi santapan.
- Ikan penyuka air asam dan lunak. Salah satu pihak akan selalu tidak nyaman.
- Terlalu banyak jantan. Molly jantan terus mengejar betina. Pelihara lebih banyak betina supaya kejaran itu terbagi.
Ikan Beranak: Mengurus Induk dan Anakan
Jantan dan betina dibedakan dari sirip dubur. Pada jantan, sirip itu berubah menjadi gonopodium, alat untuk membuahi betina di dalam tubuh. Sirip dubur betina tetap berbentuk kipas biasa.
Menurut FishBase, molly biasa melahirkan 20 sampai 150 anak setelah bunting 28 hari, sedangkan molly sirip layar 10 sampai 100 anak.
Betina yang sudah dipisah dari jantan masih bisa beranak lagi karena menyimpan sperma di tubuhnya. Dalam penelitian pada molly sirip layar, betina yang hanya mengandalkan sperma simpanan tetap melahirkan rata-rata 21 anak, dibanding sekitar 35 anak pada betina yang kawin lagi.
Masalahnya, induk molly tidak mengasuh. Penelitian lain pada molly sirip layar menemukan anakan lebih sedikit yang bertahan hidup bila ada betina dewasa di dekatnya — oleh penelitinya dibaca sebagai tanda induk memangsa anaknya sendiri. Dua cara mengatasinya:
- Pindahkan betina yang perutnya sudah besar ke wadah bersalin terpisah, lalu kembalikan setelah melahirkan.
- Biarkan di akuarium utama, tapi sediakan tanaman rapat sebagai tempat sembunyi anakan.
Anak molly lahir sudah bisa berenang dan makan. Beri pakan yang digerus halus, sedikit-sedikit tapi sering.
Rencanakan ke mana anakan akan pergi: dibagikan, dijual, atau ditukar di toko ikan. Jangan pernah melepasnya ke selokan atau sungai. Molly sirip layar sudah terbawa ke banyak negara, dan beberapa di antaranya melaporkan dampak buruk bagi ekosistem.
Penyakit yang Perlu Diwaspadai
Yang paling perlu diwaspadai adalah white spot atau ich: bintik putih kecil seperti butiran garam di badan dan sirip. Menurut University of Florida, parasit ini mudah masuk lewat ikan baru, tanaman, atau dekorasi yang dipindah dari wadah lain, dan tanpa penanganan bisa membunuh seluruh ikan.
Sumber yang sama mencatat, begitu bintik terlihat mata telanjang, ikan sudah sakit parah; pada ikan putih atau pucat bintiknya malah sulit terlihat. Kalau molly kamu berwarna terang, perhatikan tanda awalnya: menggesekkan badan ke dekorasi, lesu, dan tidak mau makan.
Pencegahan terbaik adalah karantina. University of Florida menyarankan ikan baru dikarantina minimal 30 hari, karena gejala sering baru muncul satu sampai tiga minggu setelah pengiriman. Kalau harus mengobati, ikuti petunjuk kemasan obat dan jangan berhenti di tengah jalan: parasitnya hanya rentan saat berenang bebas, jadi satu kali perlakuan tidak cukup.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Ikan molly dan ikan moli itu sama?
Sama. Moli hanya ejaan lain dari molly, sebutan untuk beberapa spesies marga Poecilia.
Apakah ikan molly harus diberi garam?
Tidak wajib. Air tawar yang sadah dan tidak asam sudah cukup.
Berapa lama ikan molly bunting?
Sekitar 28 hari, dan pada molly biasa sekali lahir bisa 20 sampai 150 ekor, menurut FishBase.
Kenapa molly betina beranak padahal tidak ada jantan?
Betina molly bisa menyimpan sperma dari perkawinan sebelumnya dan memakainya untuk kelahiran berikutnya.
Link will be apear in 3 seconds.