Ikan Arwana: Jenis, Harga, dan Cara Merawatnya
Mataikan – Beberapa tahun lalu sebuah video viral memperlihatkan pemilik arwana platinum yang ikannya mati setelah sakit beberapa hari. Yang membuat orang tercengang bukan kematiannya, melainkan angkanya: ikan itu disebut bernilai Rp 700 juta.
Reaksi yang paling sering muncul waktu itu sederhana — kok bisa satu ekor ikan semahal itu? Jawabannya bukan cuma soal keindahan. Ada aturan konservasi internasional, kelangkaan yang sulit ditembus, dan kepercayaan yang sudah berumur ratusan tahun di baliknya.
Arwana adalah salah satu ikan air tawar yang populer dipelihara di rumah yang paling mahal sekaligus paling sering salah dirawat. Artikel ini membahas kenapa harganya bisa setinggi itu, jenis-jenisnya, aturan yang mengaturnya di Indonesia, dan cara memeliharanya supaya tidak berakhir seperti video viral tadi.
Kenapa Arwana Bisa Sangat Mahal
Empat hal bertumpuk sekaligus:
- Statusnya dilindungi. Arwana Asia masuk Apendiks I CITES sejak 1975, tingkat perlindungan tertinggi. Perdagangan internasionalnya dibatasi ketat, dan hanya hasil penangkaran resmi yang boleh diperjualbelikan.
- Berkembang biak lambat. Arwana mengerami telur di dalam mulut jantan, dan sekali beranak hanya menghasilkan puluhan ekor — bukan ratusan seperti kebanyakan ikan hias. Penangkaran tidak bisa digenjot.
- Kepercayaan pembawa keberuntungan. Bentuknya yang menyerupai naga membuatnya bernilai tinggi di kalangan tertentu, dan permintaan itu mendorong harga jauh di atas nilai ikannya sendiri.
- Warna sulit diprediksi. Anakan arwana super red belum tentu tumbuh merah pekat. Yang benar-benar merah sempurna jumlahnya sedikit, dan baru ketahuan setelah bertahun-tahun dipelihara.
Arwana platinum yang jadi viral itu contoh ekstremnya: varian yang nyaris tidak berpigmen, muncul secara kebetulan, dan sangat sedikit jumlahnya di dunia.
Jenis Arwana dan Kisaran Harganya
![]() |
| Foto: A2zphotography / Wikimedia Commons, CC BY 4.0 |
| Jenis | Asal | Kisaran harga |
|---|---|---|
| Arwana silver | Amerika Selatan | Rp 150 rb – 1 juta |
| Banjar red | Kalimantan | Rp 500 rb – 2 juta |
| Red tail golden | Riau, Sumatra | Rp 3 – 15 juta |
| Super red | Kalimantan Barat | Rp 5 – 30 juta |
| Cross back golden | Malaysia | Rp 15 – 50 juta |
| Platinum | Varian langka | ratusan juta ke atas |
Angka-angka ini kisaran pasar dan bergerak mengikuti tren serta kualitas individu. Dua ekor dari jenis yang sama bisa berbeda harga berkali-kali lipat, tergantung kepekatan warna, kerapian sisik, dan bentuk badannya.
Yang menarik untuk pembaca Indonesia: dua dari jenis termahal berasal dari sini. Super red berasal dari perairan Kalimantan Barat, terutama kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum. Red tail golden berasal dari Riau. Indonesia adalah salah satu pemasok arwana terbesar di dunia.
Legalitas: Jangan Beli Tanpa Dokumen
Ini bagian yang paling sering diabaikan pembeli pemula, padahal risikonya nyata.
Arwana Asia berstatus dilindungi. Yang boleh diperjualbelikan adalah hasil penangkaran dari penangkar terdaftar, dan setiap ekornya disertai dokumen resmi serta cip penanda yang ditanam di tubuh ikan.
Sebelum membeli, mintalah dokumen itu dan pastikan nomor cipnya cocok. Arwana tanpa dokumen kemungkinan besar hasil tangkapan liar — dan membelinya berarti ikut mendorong pengambilan dari alam terhadap ikan yang populasinya sudah tertekan.
Kalau penjual berkelit soal dokumen, itu alasan cukup untuk membatalkan pembelian. Aturan perizinan bisa berubah, jadi tanyakan juga ke penangkar resmi atau dinas terkait di daerahmu untuk memastikan yang berlaku saat ini.
Akuarium yang Benar
Arwana tumbuh sampai sekitar 90 cm dan bisa hidup lebih dari 20 tahun. Ini bukan ikan yang bisa dipelihara sambil lalu.
- Ukuran akuarium: untuk arwana dewasa, panjang minimal sekitar 200 cm dengan lebar yang cukup agar ikan bisa berbalik badan tanpa menekuk tubuhnya.
- Tutup yang berat dan rapat. Ini yang paling sering diremehkan — lihat bagian berikutnya.
- Suhu: 26–30°C.
- pH: 6,5–7,5, dijaga stabil.
- Filter kuat. Arwana pemakan daging, dan sisa pakannya cepat merusak air.
- Dekorasi minimal. Ruang berenang lebih penting daripada hiasan.
Arwana melompat, dan itu penyebab kematian paling umum
Di alam, arwana melompat dari permukaan air untuk menyambar serangga di ranting. Naluri itu tidak hilang di akuarium.
Arwana yang kaget bisa melompat cukup kuat untuk membuka tutup akuarium yang ringan. Banyak kasus arwana mahal mati bukan karena penyakit, melainkan karena ditemukan sudah di lantai. Tutup akuarium harus rapat dan cukup berat, tanpa celah di sekitar selang atau kabel.
Pakan
Arwana karnivora. Pakan yang umum diberikan: jangkrik, ulat jerman, udang, potongan ikan, dan pelet khusus arwana yang mengapung.
Beri makan sekali atau dua kali sehari secukupnya, dan angkat sisa pakan yang tidak dimakan. Variasi pakan berpengaruh langsung pada kepekatan warnanya — arwana yang hanya diberi satu jenis pakan seumur hidup warnanya cenderung kurang berkembang.
Tanda Arwana Sehat dan Arwana Bermasalah
Arwana sehat: matanya jernih, makan dengan lahap, berenang tenang di bagian atas akuarium, warna sisiknya cerah dan berkilau, sirip mengembang penuh.
Tanda yang perlu diwaspadai:
- Kehilangan nafsu makan lebih dari beberapa hari
- Lesu dan berdiam di dasar akuarium
- Mata keruh
- Bercak putih seperti jamur di badan atau mulut
- Sisik rusak atau berubah warna
- Napas berat atau berenang tidak seimbang
Penyebab arwana mogok makan paling sering ada tiga: bosan dengan pakan yang itu-itu saja, sedang sakit, atau stres karena kualitas air menurun, akuarium terlalu padat, dan suhu yang tidak stabil.
Dua Masalah Khas Arwana
Mata turun (drop eye). Salah satu atau kedua matanya mengarah ke bawah. Sering dikaitkan dengan kebiasaan terus melihat ke dasar akuarium dan faktor pakan berlemak. Tidak mematikan, tapi menurunkan nilai ikan secara drastis.
Tutup insang melengkung (gill curl). Tepi tutup insang menggulung keluar. Hampir selalu berhubungan dengan kualitas air yang buruk dan ruang yang terlalu sempit, terutama saat ikan masih muda. Bisa dicegah, sulit diperbaiki.
Keduanya sama: jauh lebih mudah dicegah dengan air bersih dan akuarium yang cukup luas daripada diobati setelah terjadi.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah arwana cocok untuk pemula?
Tidak. Ukuran akuarium, harga, dan umurnya yang panjang membuatnya komitmen berat. Kalau baru mulai, ikan cupang atau ikan guppy jauh lebih masuk akal untuk belajar.
Bisakah arwana dipelihara bersama ikan lain?
Bisa, tapi terbatas. Ikan yang cukup kecil untuk masuk mulutnya akan dimakan. Sesama arwana juga sering berkelahi kecuali di kolam yang sangat luas.
Berapa umur ikan arwana?
Lebih dari 20 tahun, bahkan bisa jauh lebih panjang di kondisi yang baik.
Kenapa warna arwana saya tidak merah seperti waktu beli?
Warna arwana berkembang bertahap selama bertahun-tahun dan sangat dipengaruhi pakan, kualitas air, serta pencahayaan. Perlu diingat juga, lampu akuarium berwarna bisa membuat ikan terlihat jauh lebih merah dari aslinya — termasuk di foto penjual.
Apa bedanya arwana silver dan arwana Asia?
Spesies dan benua yang berbeda. Arwana silver dari Amerika Selatan, tidak dilindungi, dan harganya jauh lebih terjangkau. Arwana Asia dilindungi dan wajib berdokumen.
Penutup
Cerita arwana Rp 700 juta yang mati itu menyisakan pelajaran yang lebih berguna daripada angkanya: harga tinggi tidak membuat ikan lebih tahan. Arwana termahal sekalipun tetap mati kalau airnya buruk, akuariumnya sempit, atau tutupnya tidak rapat.
Kalau kamu berniat memelihara arwana, pastikan tiga hal sebelum membeli: akuariumnya sudah cukup besar, tutupnya sudah rapat, dan dokumen ikannya lengkap. Prinsipnya sama seperti pada ikan koi termahal — yang menentukan hasil akhirnya bukan harga belinya, melainkan kesiapan tempat yang menampungnya.
Link will be apear in 3 seconds.
