Kenapa Ikan Cupang Diam di Dasar Akuarium?

Cupang jantan crowntail (Betta splendens) mengembangkan tutup insang di dekat dua ekor ikan corydoras yang berada di dasar akuarium
Foto: JohnnyMrNinja / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Cupang yang diam di dasar akuarium belum tentu sakit. Cupang memang sering rebahan, terutama malam hari atau saat sudah tua. Yang perlu diwaspadai adalah diam yang disertai menolak makan, sirip menguncup, napas cepat, atau tubuh miring. Penyebab paling umum adalah air kotor dan suhu yang terlalu dingin, jadi periksa dua hal itu dulu.

Banyak pemelihara panik saat melihat cupangnya tergeletak di dasar seperti tidak bernyawa. Kalau kamu baru mulai memelihara, dasar-dasar perawatannya sudah kami bahas di panduan cara merawat ikan cupang untuk pemula. Artikel ini fokus ke satu gejala saja: cupang yang diam di dasar.

Tanda-Tanda: Cupang Istirahat atau Sakit?

Cupang halfmoon biru (Betta splendens) diam di atas kerikil di dasar akuarium dengan sirip terbuka
Cupang yang rebahan di dasar dengan sirip terbuka dan tubuh tegak biasanya hanya sedang beristirahat. Foto: NelsonNellie / Wikimedia Commons, CC0

Cupang tidur dengan mata terbuka karena tidak punya kelopak mata. Ia biasanya tidur di malam hari saat lampu padam, dan sesekali tidur siang singkat. Tempat favoritnya: di atas daun tanaman, di sela dekorasi, atau langsung di dasar. Posisinya kadang miring, dan warnanya sedikit memudar selama tidur. Itu normal.

Bedanya ada pada apa yang terjadi saat ia "bangun". Pakai tabel ini sebagai patokan cepat:

Yang diperhatikan Istirahat normal Tanda ada masalah
Respons saat didekati Langsung naik atau berenang mendekat Tetap diam, atau bergerak sebentar lalu tenggelam lagi
Nafsu makan Menyambar pakan seperti biasa Menolak pakan lebih dari sehari
Sirip Terbuka, bisa dikembangkan Menguncup rapat, robek, atau ujungnya menghitam
Napas Insang bergerak pelan dan teratur Insang megap-megap cepat, sering naik mengambil udara
Posisi tubuh Bisa berenang tegak kapan saja Miring terus, terbalik, atau susah naik ke permukaan
Tubuh dan warna Warna kembali cerah setelah aktif Pucat terus, bintik putih, perut kembung

Kalau semua jawabannya ada di kolom tengah, cupangmu kemungkinan besar hanya sedang beristirahat. Menurut para penghobi, cupang tua, biasanya di atas dua tahun, juga lebih banyak tidur dan lebih lambat bergerak. Itu bagian dari penuaan, bukan penyakit.

Apa Penyebab Cupang Diam di Dasar?

Kalau ada tanda dari kolom kanan, berikut penyebab yang paling sering, diurutkan dari yang paling umum:

  • Kualitas air buruk. Sisa pakan dan kotoran yang membusuk menghasilkan amonia dan nitrit. Keduanya mengganggu insang, sehingga ikan lemas dan malas bergerak. Ini tersangka nomor satu, apalagi di wadah kecil tanpa filter.
  • Suhu terlalu dingin. Cupang ikan tropis. Panduan University of Florida (UF/IFAS) menyarankan suhu ruangan tidak kurang dari 22 °C bila cupang dipelihara tanpa pemanas, dan dokter hewan ikan umumnya menyarankan kisaran 25–28 °C. Di bawah itu, metabolisme dan daya tahan tubuhnya melambat. Waspadai malam dingin di dataran tinggi dan ruangan ber-AC.
  • Suhu terlalu panas atau berubah mendadak. Wadah yang terkena matahari langsung bisa memanas cepat, dan air panas menyimpan oksigen lebih sedikit. Ganti air dengan suhu yang jauh berbeda juga bisa membuat cupang syok.
  • Masalah gelembung renang. Gelembung renang adalah organ pengatur daya apung. Kalau terganggu, ikan susah naik, tenggelam, atau miring. Ini sebenarnya gejala, bukan satu penyakit tunggal: bisa dari makan berlebihan, sembelit, infeksi, cedera, sampai kelainan bawaan.
  • Arus terlalu kuat. Penelitian yang dirangkum UF/IFAS menunjukkan cupang lebih nyaman di air tenang, karena arus dipakai sebagai pemicu stres dalam percobaannya. Cupang bersirip panjang yang terus melawan arus filter akan cepat lelah lalu memilih bersembunyi di dasar.
  • Penyakit lain. White spot, busuk sirip, atau infeksi bakteri sering diawali gejala lesu sebelum tanda fisiknya kelihatan.

Perlu jujur juga: pada banyak kasus, penyebab pastinya tidak bisa diketahui dari luar. Gangguan gelembung renang, misalnya, biasanya baru bisa dipastikan dokter hewan dengan rontgen.

Bagaimana Cara Memastikan Penyebabnya?

Mulai dari yang paling mudah dicek:

  1. Ukur suhu air dengan termometer, jangan menebak dengan tangan.
  2. Cek parameter air dengan test kit amonia, nitrit, dan pH. Test kit tetes lebih akurat daripada strip. Idealnya amonia dan nitrit terbaca nol.
  3. Amati tubuhnya dari dekat: ada bintik putih, sirip robek, sisik berdiri, atau perut kembung?
  4. Tawarkan pakan. Cupang yang masih mau makan biasanya belum dalam kondisi berat.

Kalau air kelihatan berkabut atau berbau, masalahnya hampir pasti di kualitas air. Penjelasan soal penyebab air keruh ada di artikel kenapa air akuarium keruh padahal sudah pakai filter.

Cara Mengatasi Cupang yang Diam di Dasar

Langkah-langkah ini aman dilakukan untuk hampir semua penyebab:

  • Ganti sebagian air, sekitar 25–30 persen, dengan air yang sudah diendapkan dan suhunya disamakan. Jangan kuras total, karena perubahan mendadak justru menambah stres.
  • Stabilkan suhu di kisaran 25–28 °C. Kalau ruangan sering dingin, pemanas akuarium kecil sangat membantu. Jauhkan wadah dari sinar matahari langsung.
  • Kurangi atau hentikan pakan satu sampai dua hari, terutama bila perutnya tampak kembung. Setelah itu beri porsi kecil.
  • Kecilkan arus filter atau arahkan keluaran air ke dinding wadah.
  • Turunkan sedikit ketinggian air bila cupang susah naik mengambil udara. Cupang bernapas lewat organ labirin dan tetap perlu menghirup udara di permukaan, seperti yang dijelaskan di artikel ikan hias yang bisa hidup tanpa aerator. Daun lebar di dekat permukaan juga bisa jadi tempat ia beristirahat.

Bila ada tanda penyakit yang jelas, misalnya bintik putih, pakai obat ikan yang dijual di toko ikan dan ikuti dosis di kemasannya. Jangan mencampur beberapa obat sekaligus. Kalau ada ikan tak bersisik di akuarium yang sama, misalnya corydoras atau botia, mulai dari setengah dosis karena ikan tak bersisik lebih sensitif terhadap obat.

Kapan Cupang Harus Dipisah?

Pisahkan cupang ke wadah karantina bila ia tinggal bersama ikan lain dan menunjukkan tanda penyakit menular seperti bintik putih, lapisan seperti kapas, atau sirip membusuk. Pemisahan juga perlu bila ia terus diganggu ikan lain dan tidak bisa makan dengan tenang.

Tanyakan ke toko ikan tepercaya atau dokter hewan yang menangani ikan bila:

  • cupang tidak membaik 3–5 hari setelah air dan suhu diperbaiki,
  • tubuhnya terus miring atau terbalik,
  • perutnya membesar sampai sisiknya berdiri seperti buah pinus,
  • atau ia berhenti makan lebih dari beberapa hari.

Bagaimana Mencegahnya?

Pencegahan terbaiknya sederhana: air bersih, suhu stabil, dan pakan secukupnya. Ganti sebagian air secara rutin, beri makan hanya sebanyak yang habis dalam satu sampai dua menit, dan buang sisa pakan yang tenggelam.

Pilih wadah yang cukup lega dan bertutup. Untuk cupang bersirip sangat panjang seperti halfmoon, yang beberapa jenisnya masuk daftar cupang termahal di Indonesia, sediakan tempat istirahat dan arus yang lembut. Siripnya berat, jadi ia memang lebih cepat lelah dibanding cupang plakat.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah cupang tidur di dasar akuarium itu normal?
Normal. Cupang biasa tidur di malam hari, di atas daun, di sela dekorasi, atau di dasar. Selama ia langsung aktif dan mau makan saat terjaga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Kenapa cupang diam di dasar dan tidak mau makan?
Kombinasi ini tanda ada masalah. Penyebab paling umum adalah air kotor atau suhu terlalu dingin. Ukur suhu, cek amonia, lalu ganti 25–30 persen air.

Berapa suhu air yang cocok untuk cupang?
Sekitar 25–28 °C dan stabil. Air yang lebih dingin dari 22 °C membuat cupang lesu dan daya tahannya turun.

Apakah cupang yang miring di dasar pasti kena gangguan gelembung renang?
Belum tentu. Gangguan gelembung renang adalah gejala dengan banyak kemungkinan penyebab, mulai dari makan berlebihan sampai infeksi. Perbaiki air dan puasakan sehari dulu. Bila tidak membaik, tanyakan ke dokter hewan.

Apakah cupang tua lebih sering diam?
Umumnya iya. Cupang yang berumur di atas dua tahun biasanya lebih banyak beristirahat dan bergerak lebih lambat. Selama nafsu makannya baik, itu bagian normal dari penuaan.

Penutup

Cupang yang diam di dasar tidak selalu berarti sakit. Perhatikan respons, nafsu makan, sirip, dan napasnya. Bila ada tanda masalah, periksa air dan suhu lebih dulu sebelum mencari obat. Banyak kasus membaik setelah air dibersihkan dan suhunya distabilkan.

Sumber: Evolution, Culture, and Care for Betta splendens (University of Florida IFAS, FA212).

Link will be apear in 3 seconds.

Allell Menulis panduan praktis di Sumber Tips (TV satelit, receiver parabola, set top box), Kepo Indonesia, dan Mataikan. Artikel ditulis dari pengalaman memakai perangkatnya langsung, dengan ketentuan yang dicek ke sumber resmi. Tentang saya: https://www.sumbertips.com/p/about.html

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel