Inovasi Mahasiswa Unhas Menciptakan Pomade dari Mata Ikan Tuna Untuk Kaum Millenial

Mataikan - Mahasiswa Universitas Hasanuddin kembali meraih perunggu padaajang Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIMNAS) Ke-33 2020, kategori poster untuk inovasi “Pomade Millenial Dari Mata Ikan”

Salah satu kelompok yang mendapat pendanaan dalam ajang tersebut adalah Tim Orbital Fish Oli, yang membuat pomade dan lipstick dari limbah mata ikan.

Tim ini beranggotakan mahasiswa Departemen Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Unhas, Adinugraha dan Muhammad Ismail, serta Abdul Rahman yang berasal dari Departemen Ilmu Kimia Unhas.

“Kami melihat di lingkungan sekitar banyak limbah mata ikan yang dihasilakan, sedangkan kandungan  lemak  yang kaya akan DHA dan EPA terbanyak terdapat pada mata ikan. Makanya kami berpikir mengapa tidak dimanfaatkan saja,” tuturnya Rahman, salah satu anggota tim.

Dalam pembuatannya, pomade dan lipstick itu diawali dengan tahap ekstraksi mata ikan yang menggunakan minyak ikan sebagai bahan dasarnya. Untuk pomade sendiri, mereka gunakan beesmax  dan aroma eses yang mampu merangsang otak menjadi segar untuk berpikir.

Lebih lanjut Maman, sapaan akrabnya menjelaskan, pomade dan lipstick yang dibuatnya tersebut sangat aman untuk digunakan.

“Bahkan jika produk lipstick kami tertelan, maka tidak berbahaya karena terbuat dari bahan alami dan mampu mencerdaskan,” jelasnya.

Andi Tenri Nurunnisa selaku ketua tim menjelaskan inovasi ini hadir dari permasalahan rambut rontok dan ketombe pada penggunaan pomet. Tenri dan tim kemudian memanfaatkan mata ikan untuk membuat pomade yang dapat menutrisi rambut dan kulit kepala.

"Untuk mata ikan yang kami gunakan adalah mata ikan tuna, karena sumber minyak yang dihasilkan lebih banyak dengan kualitas baik," kata Andi,.


Mata ikan memiliki sumber minyak ikan yang berkualitas lebih baik, dengan kandungan yang besar. Mata ikan belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan hanya menjadi limbah.

Andi mengatakan, novasi ini hadir selain untuk menghasilkan produk, juga untuk mengurangi limbah mata ikan. "Kami berharap inovasi yang kami ajukan dapat segera terealisasi," jelasnya.

Terkait keikutsertaan di Pimnas 2020, Andi bersama tim mempunyai cita-cita bersama yakni membanggakan Unhas sebagai institusi. Selain itu, prestasi yang mereka raih menjadi salah satu tolok ukur kemampuan individu, guna menjadi bahan pembelajaran lebih baik ke depan.

Selama masa persiapan hingga perlombaan, Tenri menuturkan tidak mengalami hambatan yang berarti. Hanya saja, situasi pandemi mendorong ia dan timnya perlu penyesuaian terhadap metode perlombaan, yang semula luring beralih menjadi daring.

“Kami berharap semakin banyak inovasi dan prestasi yang dihasilkan oleh teman-teman mahasiswa Unhas. Selain memberikan dampak positif kepada Unhas sebagai institusi, juga ada manfaat besar untuk pengembangan diri. Untuk inovasi saya dan tim berharap ini dapat segera terwujud,” tutup Tenri.

Next Post Previous Post
Related Post
Berita,perikanan