Ikan Flying Fox: Cara Merawat dan Bedanya dengan Algae Eater
Flying fox (Epalzeorhynchos kalopterus) butuh akuarium minimal 100 sentimeter, suhu 24–26 °C, pH 6,5–7,0, arus kuat, serta pakan pelet ditambah pakan hidup dan sayur, bukan cuma lumut. Bedanya dengan Siamese algae eater: siripnya merah-hitam bertepi putih, lebih galak saat dewasa, dan bukan spesialis pemakan alga sikat hitam.
Flying fox sering dibeli sebagai "ikan pemakan lumut", ditaruh di akuarium komunitas, lalu beberapa bulan kemudian membuat pemiliknya bingung: ikan yang dulu sembunyi terus kini mengejar semua ikan yang bentuknya mirip dengannya.
Dua hal itu sebenarnya satu cerita. Flying fox memang pemakan alga, tapi ia juga ikan yang makin teritorial seiring umur — dan ia sering tertukar dengan ikan lain yang dijual dengan nama mirip. Artikel ini membahas cara mengenali flying fox yang asli, cara merawatnya, dan kenapa ia berbeda dari Siamese algae eater.
Ikan Asli Indonesia yang Mendunia
Nama ilmiahnya Epalzeorhynchos kalopterus, kerabat ikan mas dan tawes dari keluarga Cyprinidae. Menurut FishBase, sebarannya meliputi bagian selatan Semenanjung Malaysia dan Thailand, Kalimantan, Jawa, dan Sumatra. Jadi flying fox yang dijual di toko ikan hias seluruh dunia sebagian berasal dari sungai-sungai kita sendiri.
Di alam ia hidup di sungai dan aliran berdasar pasir atau batu, dan ikut berpindah ke dataran banjir serta hutan yang tergenang saat musim hujan. FishBase mencatat satu kebiasaan yang khas: ikan ini sering dikumpulkan dari bagian bawah benda-benda terapung, seperti perahu dan rumah terapung — tempat alga dan lapisan biofilm yang jadi santapannya tumbuh subur.
Statusnya aman. Flying fox berstatus Risiko Rendah (Least Concern) di Daftar Merah IUCN, dan tidak termasuk jenis yang dilindungi maupun yang dilarang dipelihara di Indonesia.
Ciri Flying Fox yang Asli
| Ciri | Flying fox |
| Panjang dewasa | sampai sekitar 16 cm |
| Warna badan | garis hitam tebal di sepanjang sisi badan, di atasnya garis keemasan, punggung cokelat zaitun |
| Sirip | merah dan hitam dengan tepi putih |
| Sungut | dua pasang |
| Sifat | soliter, makin teritorial saat dewasa |
Kalau harus memilih satu penanda, pakai yang disebut Seriously Fish sebagai cara paling sederhana: sirip merah-hitam bertepi putih dan dua pasang sungut. Ikan bergaris hitam yang siripnya bening atau kekuningan hampir pasti bukan flying fox.
Bedanya dengan Siamese Algae Eater
Kebingungan ini muncul karena nama dagang. Beberapa ikan dari marga Crossocheilus dijual dengan nama "Siamese flying fox" atau "false flying fox", padahal marganya berbeda dan kebiasaannya juga berbeda.
- Sirip. Flying fox bersirip merah-hitam bertepi putih; Crossocheilus yang umum dijual bersirip pucat kekuningan.
- Garis hitam. Pada Crossocheilus yang dijual sebagai Siamese algae eater, garis hitamnya memanjang dari moncong sampai ujung sirip ekor. Pada flying fox, perhatikan garis keemasan di atas garis hitamnya, lalu pastikan lewat warna siripnya.
- Soal lumut. Siamese algae eater terkenal karena mau memakan alga sikat hitam (black brush algae) yang sulit dibasmi. Flying fox memakan alga juga, tapi bukan spesialis untuk jenis alga itu.
- Sifat. Keduanya bisa bertengkar dengan sesamanya, tapi flying fox dewasa dikenal lebih galak terhadap ikan yang bentuknya mirip dengannya.
Satu lagi yang sering ikut tertukar: Gyrinocheilus aymonieri, yang dijual sebagai "Chinese algae eater" dan mudah dikenali dari mulutnya yang berbentuk pengisap. Kalau kamu membeli ikan khusus untuk membersihkan lumut, pastikan dulu jenis apa yang sebenarnya kamu bawa pulang.
Akuarium yang Dibutuhkan
Ini bagian yang paling sering diremehkan. FishBase menyebut ukuran akuarium minimal 100 sentimeter, dan Seriously Fish menyarankan alas 120 × 45 sentimeter atau sekitar 240 liter. Akuarium 60 sentimeter hanya cocok untuk flying fox yang masih kecil, dan hanya sementara.
- Suhu: 24–26 °C — suhu ruang di sebagian besar wilayah Indonesia sudah cukup.
- pH: 6,5–7,0.
- Arus dan oksigen: ia ikan sungai berarus. Filter yang memutar air dengan kuat dan permukaan air yang bergerak lebih penting daripada hiasan.
- Dasar dan dekorasi: batu, kerikil, dan kayu apung yang memberi tempat berlindung. Tanaman aman — ia tidak merusak tanaman berdaun lunak.
- Tutup rapat: seperti banyak ikan sungai, ia bisa melompat.
Pakan: Bukan Cuma Lumut
Di alam, flying fox adalah pemakan aufwuchs: lapisan alga, larva serangga, dan krustasea kecil yang menempel di batu dan kayu. Karena itu anggapan "tidak perlu diberi makan karena sudah makan lumut" keliru. Ikan yang hanya mengandalkan lumut di akuarium akan kurus dan warnanya pudar.
Berikan pelet atau serpihan berkualitas sebagai pakan utama, tambahkan pakan hidup atau beku seperti cacing darah, daphnia, dan artemia, lalu sesekali sayur rebus: kacang polong, mentimun, bayam, atau zukini. Sisa pakan yang tenggelam segera diangkat — ikan sungai berarus seperti ini tidak tahan air yang kotor.
Teman Satu Akuarium
Aturan praktisnya: satu flying fox per akuarium, kecuali akuariumnya benar-benar besar. Saat kecil ia pemalu dan sering bersembunyi, tapi makin besar makin teritorial, terutama terhadap ikan yang mirip dengannya — sesama flying fox, Crossocheilus, atau ikan bergaris hitam memanjang lainnya.
Teman yang umumnya cocok adalah ikan berkelompok yang aktif di tengah dan atas air, seperti rasbora dan barb berukuran sedang. Beberapa penghobi juga mencatat flying fox akur dengan botia badut, sesama ikan asli Sumatra dan Kalimantan. Kalau kamu baru mulai menyusun isi akuarium, lihat dulu panduan memilih ikan hias untuk pemula.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah flying fox bisa membersihkan lumut di akuarium?
Bisa, sebagian. Ia memakan alga dan lapisan biofilm, tapi bukan pembersih lumut yang andal, terutama untuk alga sikat hitam. Kalau itu yang kamu cari, Siamese algae eater yang asli lebih tepat.
Kenapa flying fox saya jadi galak?
Itu perilaku normal saat ia tumbuh dewasa. Ia mempertahankan wilayah, terutama dari ikan yang bentuknya mirip. Memberi akuarium yang lebih besar dengan banyak batu dan kayu sebagai pembatas pandangan biasanya meredakannya.
Berapa besar flying fox bisa tumbuh?
Sekitar 16 sentimeter. Ukuran yang dijual di toko biasanya jauh lebih kecil.
Apakah flying fox boleh dipelihara di Indonesia?
Boleh. Ia ikan asli Indonesia yang tidak termasuk jenis dilindungi maupun jenis yang dilarang dipelihara.
Link will be apear in 3 seconds.
