Lomba Tweet 30 Tahun Infid, Iseng-Iseng Berhadiah

Tags

Lomba Tweet Infid

Minggu lalu (05/112015), menjelang maghrib, di satu warung kopi sebelah timur kota Makassar, saya mendapat kabar bahagia. Sebuah mention twitter menyebut nama akun saya, @ghamalnw, sebagai juara kedua lomba tweet kota ramah HAM yang diselenggarakan Infid.

Saya sempat kaget dan tidak percaya. Soalnya, berdasarkan informasi awal di poster lomba, pengumuman pemenang dilaksanakan September silam. Ternyata, kata seorang teman (sebut saja raflesia), belakangan ada keterangan lanjutan di akun twiiter Infid perihal keterlambatan pengumuman pemenang hingga November 2015.

Iseng-Iseng Berhadiah

Setelah membaca informasi lomba, tanpa tedeng aling-aling, saya mulai mengetik tweet. Satu kata selesai. Saya mengalihkan pandangan ke kubangan air di depan ruko seberang jalan. Lalu melanjutkan tweet tentang pembangunan ramah lingkungan. "Semoga impian Makassar menjadi kota dunia, tidak mengurangi ruang terbuka hijau & daerah resapan air".

Saat itu saya tidak kepikiran untuk mengintip lebih dulu tweet-tweet yang dibuat peserta lain. Atau melakukan riset singkat tentang tema lomba. Iseng-iseng saja langsung kirim tweet. Makanya, saya ragu bakal dapat juara. Jangankan juara 1, 2, atau 3. Bisa masuk 20 besar pun, saya tidak yakin.

Paketan Buku dari Infid © Ghamal Wahab / Mata Ikan

Juri berkata lain. Alhamdulillah, tweet saya dinyatakan sebagai juara kedua. Saya beruntung memenangkan hadiah uang tunai Rp. 1.5 juta, buku-buku terbitan Infid, t-shirt, goodie bag, jam meja dan sertifikat juara. Pada titik ini, menjalani hidup rasanya jadi enteng. Cuma kirim tweet 16 kata, 115 karakter, tiba-tiba dikasih bejibun hadiah.

Semoga keberuntungan lainnya terus berdatangan. Terimakasih Infid !

Artikel Terkait

Tuliskan apa saja, pokoknya menulis ! View More