Epos Kecerdasan dalam Game Duel Otak (?)

Tags

Duel Otak

Dari awal saya menganggap game duel otak tidak menjamin kecerdasan seseorang. Tidak dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan multiple choice. Hampir setiap saat saya bermain game ini, bahkan saya sempat merasakan nangkring di posisi 10 besar mode taktis. Apakah saya cerdas ? Tentu tidak.

Dalam game Duel Otak, banyak orang berhasil menjawab setiap pertanyaan dengan benar karena tersedia opsi jawaban multiple choiceMisal pada pertanyaan 'Siapakah wakil presiden kedua Indonesia ?' Opsi jawaban yang tersedia 'Katty Perry', 'Sumanto', 'Tukul Arwana' dan 'Sultan Hamengkubowono IX'. WTF... dengan mudah orang akan menjawab 'Sultan Hamengkubowono IX'. Di sini kelemahan pertanyaan multiple choice. Opsi-opsi jawaban yang disediakan kadang nyeleneh. 

Pertanyaan-pertanyaan game Duel Otak bersifat hafalan. Bukan analisis. Apa, siapa, berapa, di mana atau kapan. Bukan kenapa dan bagaimana. Hal ini tentu belum menguji kemampuan nalar dan kecerdasan seseorang. Selain itu kalian akan mendapati banyak pertanyaan berulang di 19 kategori.

Saya telah menjalani 1000-an duel. Dari 1000-an duel tersebut, 60 % saya habiskan untuk bermain di mode klasik. Pada mode ini saya menginventarisir pertanyaan dan jawaban yang benar. Lalu saya gunakan kembali bermain dan memburu label cerdas pada mode taktis.

Terkadang kita tidak memiliki gambaran apapun untuk menjawab pertanyaan. Saat ini terjadi banyak orang mulai berjudi dengan empat pilihan jawaban. Ada 25 % kemungkinan memilih jawaban yang benar. Teman saya menyiasatinya dengan menekan dua jawaban secara bersamaan. Dia tentu berharap persentase kemungkinan memilih jawaban yang benar naik menjadi 50 %.

Tidak sedikit orang juga berusaha membaca pola jawaban yang benar dari letak jawaban pertanyaan sebelumnya. Dalam hal ini mereka telah sampai pada maqam pengetahuan 'bahwa segala sesuatunya bekerja dalam hukum yang statis'. Jika jawaban untuk pertanyaan pertama dan kedua berada di sebelah kiri atas, maka kuat dugaan jawaban untuk pertanyaan ketiga akan berada di sebelah kanan bawah. The next Isaac Newton is born...

Bermain Game Duel Otak / Foto Detik.com

Bagaimana mungkin banyak orang bisa memenangkan setiap duel dengan poin sempurna ? Bagaimana mungkin mereka bisa menjadi ahli di 19 kategori sekaligus ? Saya percaya, dosen jenius sekaliber Terence Tao (IQ 230) ataupun ilmuwan multitalent seperti Al Farabi belum tentu bisa melakukan hal tersebut.

Kecurangan paling tradisional yang sering kita jumpai pada game ini adalah ‘kerja kelompok’. Sejumlah orang bekerja sama dan dengan naifnya menganggap lawan mereka tidak melakukan hal yang sama. 

Kecurangan ‘kerja kelompok’ terjadi dalam dua fase, Fase pertama kita sebut saja fase proletar. Pada fase ini model kerjasama berlangsung sederhana, teman kelompok akan memberi jawaban sesuai pengetahuan yang mereka miliki.

Fase kedua, lumpen proletar. Berlangsung lebih modern dan menutup keterbatasan fase sebelumnya. Disini, salah seorang teman kelompok akan bertugas meng-googling jawaban. Namun, masih sering didapati kendala seperti batasan waktu menjawab pertanyaan dan akses internet yang lemot. 

Alur sejarah bergerak secara akumulatif. Kecurangan, dalam bentuk apapun, terus berevolusi menutupi kekurangannya. Sekarang kecurangan berlangsung dengan memanfaatkan celah pada aplikasi game duel otak.

Log in-kan akun duel otakmu pada dua unit android secara bersamaan. Pilih lawan. Setelah itu diamkan satu unit android. Satunya lagi operasikan untuk mengumpul jawaban yang benar. Saat aplikasi mulai masuk ke pertanyaan ronde pertama, segera off-kan jaringan. Nah, disini kalian bebas memilih jawaban, pilih asal saja. Tujuannya cuma untuk mendapatkan jawaban yang benar.

Setiap jawaban yang kalian pilih tidak terinput ke sistem game karena jaringan yang telah di off-kan. Lanjutkan permainan pada unit android yang telah didiamkan sebelumnya. Masukkan jawaban benar yang telah diperoleh.

Begitu seterusnya hingga enam ronde. Dan semua orang bisa memenangkan setiap duel dengan poin sempurna. Masihkah ini soal kecerdasan ?

Artikel Terkait

Tuliskan apa saja, pokoknya menulis ! View More