Whistleblower: Ide Brilian Berpenampilan Tanggung

Whistle Blower

Skor Film :
Mata Ikan
5.0/10 | IMDb 7.2/10 | Rotten Tomatoes 6.5/10

Diangkat dari sebuah kisah nyata, film Whistleblower bercerita tentang kasus perdagangan manusia dan kekerasan terhadap perempuan. Kisah ini bermula saat Kathy, yang diperankan Rachel Weisz, ditugaskan menjadi personil International Police Task Force (IPTF) PBB di Bosnia.

Pasca perang saudara, Bosnia akhir tahun 90'an dihadapkan pada sejumlah kasus women trafficking. Upaya membongkar kasus tersebut menunjukkan Kathy sebuah fakta pahit, bahwa apa yang ia hadapi melibatkan polisi Bosnia serta pasukan keamanan dan petinggi PBB.
.....

Dua hari yang lalu di Warkop Mammiri, saya berkesempatan mengikuti acara diskusi film Whistleblower yang diselenggarakan Pusat Studi Demokrasi Univ. Hasanuddin (PSD-UNHAS). Pemutaran film dihadiri puluhan peserta, jika tiga pelayan warkop dan belasan pengunjung lain yang sesekali menengok layar masuk hitungan.

Secara keseluruhan, film ini cuma menarik pada bagian ide cerita, yang mengangkat tema kekerasan gender. Pendekatan terhadap tema berjalan dalam alur yang sangat lambat, datar dan cenderung membosankan. Saya bahkan hampir tertidur saking bosannya.

Saat mendengar kata Whistleblower (penguak kebenaran), saya membayangkan sensasi menegangkan. Sesuatu yang greget, twisty, mengaduk-aduk emosi dan adrenalin. Sayangnya, sensasi tersebut sama sekali tidak saya dapatkan dalam film based on true story ini.

Berbekal fakta lapangan yang kompleks, Wishtleblower seharusnya bisa menyajikan tragedi kemanusiaan menjadi lebih apik, lebih menyentuh. Bandingkan dengan film sejenis seperti The Insider (1999) atau Nothing But The Truth (2008), kalian pasti mengerti perasaan saya.

Rachel Weisz, pemeran utama Whistleblower yang pernah meraih oscar dalam film The Constant Gardener (2005), terlihat kewalahan sendiri dengan skenario yang serba nanggung. Belum lagi setting lokasi yang tidak tervisualisasikan maksimal sebagai wilayah pasca perang.

Selama hampir dua jam, saya nyaris tidak merasakan apa-apa. Satu-satunya momen hebat dalam film ini yaitu saat Kathy berhasil mengetahui keterlibatan petinggi polisi Bosnia, Fred Murray, dalam bisnis prostitusi illegal dan penjualan wanita di Bar Florida.

"I think Fred Murray take payment from prostitution and it is not prostitution, these girls trafficked".

Dari penampilan film yang seperti ini, dengan cepat Whistleblower akan terlupakan sebagai "film". Dan kemungkinan hanya menjadi bahan minor dalam diskusi dan kajian ketimpangan gender. Tanggung.

Artikel Terkait

Tuliskan apa saja, pokoknya menulis ! View More