Tentang Lorem Ipsum Dolor Sit Amet

Tags

Ilustrasi Lorem ipsum / Foto Web Designer Depot

Tujuan utama saya ngeblog ada dua; pertama, melupakan mantan dan kedua, menulis. Menulis apa saja, pokoknya menulis. Faktanya, di awal perjalanan, saya malah terjebak aktivitas lain. Dalam bilik warnet, saya kerap menghabiskan waktu berjam-jam ngoprek template blog. Satu hari, saya ingat telah mencoba 11 template berbeda, tapi belum memposting satu pun tulisan.

Apa yang akan saya tulis pertama kali ? "Tuliskan saja pengalamanmu ngoprek template blog. Pilih angle menarik, susun outline, kembangkan dalam paragraf." kata Kak Sardi, senior yang sering saya dapati nginap di kampus. Kedengarannya mudah. Saya mulai menulis beberapa kata. Menghapusnya. Menulis lagi. Lalu menghapusnya lagi. Begitu seterusnya, selama dua jam. Sampai akhirnya saya berhasil menyelesaikan paragraf kedua ini.
.....

Saat mengunjungi situs-situs penyedia template, saya mendapati setiap demo template pasti berisi postingan yang memuat teks Lorem ipsum dolor sit amet. Apa sih Lorem ipsum dolor sit amet ? Dari mana teks tersebut berasal ? Awal, saya menganggapnya teks asal-asalan. Tanpa makna. Setelah bertanya dan googling sana sini, saya mendapatkan sedikit titik terang. Ternyata teks tersebut adalah kutipan sarat makna dari naskah de Finibus Bonorum et Malorum (Sisi Ekstrim dari Kebaikan dan Keburukan) karya Marcus Tullius Cicero.

Jika kamu penggemar film kolosal atau novel sejarah Romawi, Cicero tentu bukan sosok yang asing. Dia adalah seorang politikus cum filosof yang ngetop di jamannya. Lahir 03 Januari 106 SM, Cicero hidup sezaman dengan triumvirat; Caesar, Pompeius dan Crassus. Buku Imperium karangan Robert Harris menggambarkan Cicero sebagai sosok politikus pro rakyat dan seorang pemikir yang brilian.

Semasa hidup Cicero adalah penulis yang produktif. Dia menulis banyak buku. Beberapa diantaranya yang terkenal seperti de Publica, de Legibus, de Officiis dan de Finibus. Dalam naskah de Finibus, teks Lorem ipsum dolor sit amet secara lengkap dituliskan sebagai berikut :

Qui dolorem ipsum, quia dolor sit, amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt, ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem ...
Apakah tak seorang pun yang mencintai, mengejar atau ingin mengalami penderitaan ? Bukan semata untuk merasakan penderitaan itu sendiri tapi karena tercipta kesadaran tentang penderitaan yang mampu memberikan kesenangan yang besar ...

Patung Cicero / Foto The Imaginative Conservative

Naskah de Finibus berisi pemikiran Cicero tentang kritik terhadap konsep etika tiga aliran; Epicurean, Stoic dan Antiochus. Cicero menyebut untuk mencapai kebahagiaan tertinggi, manusia harus mengalami penderitaan. Penderitaan inilah yang akan menuntun seseorang menjalani hidup dalam kebaikan atau keburukan.

Manusia memiliki potensi yang disebut eupatheia (terbebas dari hasrat personal). Melalui penderitaan, eupatheia secara perlahan terbentuk. Dari hal ini manusia akan mampu mengontrol hasrat duniawinya. Kegembiraan hanya akan menjadi kesenangan yang semu. Tidak ada lagi ketakutan dan kesedihan. Tiba pada tingkatan ini manusia telah mencapai sesuatu yang disebut sophis (bijaksana).

Singkatnya, dalam pandangan Cicero, persoalan manusia terhadap segala dorongan atau impuls (sebut saja nafsu) bukan pada hal di luar diri, melainkan dari dalam diri sendiri. Pemikiran Cicero mendapat apresiasi positif dari gereja dan masyarakat Romawi. Konon, karena kekagumannya pada Cicero, di tahun 1500-an seorang juru tulis sebuah percetakan menjadikan kutipan Lorem ipsum dolor sit amet sebagai teks standar dalam buku contoh huruf.

Sampai hari ini, penggunaan Lorem ipsum dolor sit amet sebagai teks standar, masih populer di dunia percetakan offset. Bahkan telah merambat ke dunia visual grafis seperti blog. Dunia blog mengenal teks tersebut sebagai dummy text yang biasa dipergunakan sebagai selingan, mengisi kekosongan kolom postingan sebuah demo template.

© Mata Ikan / Ghamal Nasser Wahab

Kemajuan teknologi informasi dan kemunculan internet banyak mengubah kehidupan manusia. Internet telah membentuk ruang dan waktu menjadi satu lipatan yang saling menghubungkan berbagai macam manusia dari setiap belahan dunia. Tanpa batasan ruang dan waktu.

Kita tidak lagi harus bertatap muka secara langsung untuk bisa berkomunikasi dan berbagi cerita. Tidak perlu surat yang ditulis di kertas. Dikirim via burung merpati atau pak pos. Dan menunggu balasannya bermingu-minggu. Sekarang, tersedia email, blog dan situs-situs pertemanan online.

Dalam ruang komunikasi, termasuk blog, konten menjadi aspek primer. Dari konten, kita mengurai informasi, memberi penafsiran dan akhirnya memperoleh persepsi dan makna. Desain template yang baik, tentunya akan mempermudah proses penangkapan makna atau pesan yang ingin disampaikan seseorang.

Penggunaan Lorem ipsum dolor sit amet sebagai teks standar pada demo template, membuat seseorang berkonsentrasi untuk mengamati elemen desain blog saja. Tidak dengan kontennya. Manusia cenderung mengabaikan hal yang sulit ia mengerti. Di titik ini penggunaan teks Lorem ipsum dolor sit amet melahirkan stereotip 'desain lebih penting dari konten'.

Penyedia template paham betul cara melariskan dagangan. Mereka berhasil membuat banyak orang memilih lebih dulu bagaimana suatu hal dikomunikasikan sebelum menentukan hal yang ingin dikomunikasikan. Simpelnya, anggap saja konten adalah dirimu, maka template adalah pakaian yang kalian gunakan. Penyedia template berhasil meyakinkan kita untuk menggunakan baju renang sebelum kita memutuskan akan berlibur ke pantai atau menghadiri pengajian.

Kondisi di atas mungkin menjadi salah satu penyebab, -selain karena kemampuan menulis yang memang pas-pasan-, kenapa banyak blogger pemula seperti saya, lebih tertarik gonta-ganti template dan mempercantik tampilan blog ketimbang menulis.
.....

E-book de Finibus Bonorum et Malorum (Sisi Ekstrim dari Kebaikan dan Keburukan) karya Marcus Tullius Cicero bisa download di sini.

Artikel Terkait

Tuliskan apa saja, pokoknya menulis ! View More

This Is The Oldest Page